Harga Teman

Mendengar
kata bisnis tentu sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, dari yang masih
bersekolah sampai yang sudah pensiun bekerja tetap bisa menjalankan bisnisnya, kita
bisa dengan mudah menemukan cara agar menjadi pebisnis yang hebat dan sukses,
mulai dari menonton YouTube sampai
menghadiri seminar bisnis. Bagi saya dalam memulai bisnis bisa diibaratkan
seperti orang yang sedang belajar bersepeda, awalnya tidak ingin mencoba karena
takut terjatuh, setelah memberanikan diri untuk mencoba bersepeda tetap ada saja
faktor yang membuat orang dapat terjatuh dan trauma untuk bersepeda lagi di
kemudian hari, terjatuh saat bersepeda tidak selalu dari kesalahan diri sendiri,
bisa juga disebabkan karena faktor orang lain, tetapi banyak orang yang tidak pernah
berfikir bahwa dirinya lah yang dapat menjadi penyebab terjatuhnya orang yang
sedang mulai berbisnis.
Jatuh dan
rugi dalam berbisnis itu memang sakit, tetapi ada yang lebih menyakitkan yaitu
jatuh rugi disebabkan karena teman sendiri. Saat menjalani bisnis banyak teman
atau yang tiba-tiba mengaku sebagai teman datang dengan sergapan “harga teman”,
hal seperti ini berlaku hampir di semua bidang usaha. Beberapa contoh misalnya
ada teman yang punya keahlian di bidang jasa desain dan IT yang sudah punya standar
harganya masing-masing, tetapi dengan sadisnya menggunakan sergapan harga teman
untuk meminta diskon separuh harga, bahkan tak jarang ada yang meminta gratisan,
padahal keahlian di bidang seperti itu butuh usaha atau belajar yang cukup lama,
dan tidak sedikit orang yang pernah membayar mahal untuk mengembangkan skillnya
tersebut. Contoh lainnya ketika ada teman yang memulai bisnis pakaian dengan menjual
baju seharga 150k, seharusnya sebagai teman yang baik tidak perlu menawar sadis
seperti di pasar apalagi dengan dalih pertemanan menawar harga menjadi 100k.
Beberapa cara
supaya pertemanan tidak rusak karena harga teman bisa dilakukan dengan;
Pertama, sebelum menawar dengan harga teman posisikan diri sebagai orang yang
baru memulai bisnis dengan keuntungan yang tipis atau belum balik modal,
bayangkan bagaimana perasaan jika berada di posisi seperti itu disergap dengan harga
teman yang harus lebih murah. Kedua, bayar sesuai harga yang ditawarkan teman, karena
orang yang baru memulai bisnis cenderung tidak berani memberikan harga yang jauh
lebih mahal dari harga pasar, saat memulai bisnis harga awal biasanya digunakan
untuk harga promosi supaya kualitas produk atau jasanya lebih dikenal di
pasaran, maka dari itu harga awal tidak langsung digunakan untuk maraup
keuntungan yang banyak. Ketiga, usahakan membeli produk atau jasa dari teman
jika dirasa kualitas dan harganya standar dari pasaran, cara ini bisa membuat
teman senang tetapi tetap dengan tidak menggunakan harga teman untuk mendapatkan
harga yang lebih murah, tetapi jika temanmu sendiri sebagai penjual yang
memberikan harga teman jangan sungkan untuk menerimanya, cara-cara sederhana
seperti ini secara tidak langsung dapat menghargai pertemanan itu sendiri.
Tulisan
ini tidak bermaksud untuk menyindir seseorang, melainkan untuk semua orang
termasuk saya yang pernah bar-bar untuk meminta harga harus lebih murah dengan
dalih pertemanan, walaupun dengan niat baik untuk ikut melariskan bisnis teman,
tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan dan kerugian dibalik jawaban “iya”
dari sergapan “harga teman”. Sebaiknya saat ada teman yang sedang atau baru
memulai dalam berbisnis, bantulah teman sebagai teman yang baik dengan tidak
menawar, dan meminta diskon yang sadis. Jika memang tidak mampu untuk membeli produk
atau jasanya ya jangan nyinyir saja, bisa jadi target pasarnya memang bukan
untuk kamu. Disarankan harga teman boleh saja diberikan penjual tetapi tidak
untuk diminta pembeli, harga teman memang tidak ada patokan yang jelas harus
lebih mahal atau lebih murah, tetapi jika memang pertemanan itu mahal harganya,
maka definisi harga teman seharusnya harga yang mahal.
Komentar
Posting Komentar