Harga Teman



 7 Nilai Persahabatan dari Kartun Spongebob Squarepants yang Menghibur


Mendengar kata bisnis tentu sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, dari yang masih bersekolah sampai yang sudah pensiun bekerja tetap bisa menjalankan bisnisnya, kita bisa dengan mudah menemukan cara agar menjadi pebisnis yang hebat dan sukses, mulai dari menonton YouTube sampai menghadiri seminar bisnis. Bagi saya dalam memulai bisnis bisa diibaratkan seperti orang yang sedang belajar bersepeda, awalnya tidak ingin mencoba karena takut terjatuh, setelah memberanikan diri untuk mencoba bersepeda tetap ada saja faktor yang membuat orang dapat terjatuh dan trauma untuk bersepeda lagi di kemudian hari, terjatuh saat bersepeda tidak selalu dari kesalahan diri sendiri, bisa juga disebabkan karena faktor orang lain, tetapi banyak orang yang tidak pernah berfikir bahwa dirinya lah yang dapat menjadi penyebab terjatuhnya orang yang sedang mulai berbisnis. 
Jatuh dan rugi dalam berbisnis itu memang sakit, tetapi ada yang lebih menyakitkan yaitu jatuh rugi disebabkan karena teman sendiri. Saat menjalani bisnis banyak teman atau yang tiba-tiba mengaku sebagai teman datang dengan sergapan “harga teman”, hal seperti ini berlaku hampir di semua bidang usaha. Beberapa contoh misalnya ada teman yang punya keahlian di bidang jasa desain dan IT yang sudah punya standar harganya masing-masing, tetapi dengan sadisnya menggunakan sergapan harga teman untuk meminta diskon separuh harga, bahkan tak jarang ada yang meminta gratisan, padahal keahlian di bidang seperti itu butuh usaha atau belajar yang cukup lama, dan tidak sedikit orang yang pernah membayar mahal untuk mengembangkan skillnya tersebut. Contoh lainnya ketika ada teman yang memulai bisnis pakaian dengan menjual baju seharga 150k, seharusnya sebagai teman yang baik tidak perlu menawar sadis seperti di pasar apalagi dengan dalih pertemanan menawar harga menjadi 100k.
Beberapa cara supaya pertemanan tidak rusak karena harga teman bisa dilakukan dengan; Pertama, sebelum menawar dengan harga teman posisikan diri sebagai orang yang baru memulai bisnis dengan keuntungan yang tipis atau belum balik modal, bayangkan bagaimana perasaan jika berada di posisi seperti itu disergap dengan harga teman yang harus lebih murah. Kedua, bayar sesuai harga yang ditawarkan teman, karena orang yang baru memulai bisnis cenderung tidak berani memberikan harga yang jauh lebih mahal dari harga pasar, saat memulai bisnis harga awal biasanya digunakan untuk harga promosi supaya kualitas produk atau jasanya lebih dikenal di pasaran, maka dari itu harga awal tidak langsung digunakan untuk maraup keuntungan yang banyak. Ketiga, usahakan membeli produk atau jasa dari teman jika dirasa kualitas dan harganya standar dari pasaran, cara ini bisa membuat teman senang tetapi tetap dengan tidak menggunakan harga teman untuk mendapatkan harga yang lebih murah, tetapi jika temanmu sendiri sebagai penjual yang memberikan harga teman jangan sungkan untuk menerimanya, cara-cara sederhana seperti ini secara tidak langsung dapat menghargai pertemanan itu sendiri.
Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyindir seseorang, melainkan untuk semua orang termasuk saya yang pernah bar-bar untuk meminta harga harus lebih murah dengan dalih pertemanan, walaupun dengan niat baik untuk ikut melariskan bisnis teman, tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan dan kerugian dibalik jawaban “iya” dari sergapan “harga teman”. Sebaiknya saat ada teman yang sedang atau baru memulai dalam berbisnis, bantulah teman sebagai teman yang baik dengan tidak menawar, dan meminta diskon yang sadis. Jika memang tidak mampu untuk membeli produk atau jasanya ya jangan nyinyir saja, bisa jadi target pasarnya memang bukan untuk kamu. Disarankan harga teman boleh saja diberikan penjual tetapi tidak untuk diminta pembeli, harga teman memang tidak ada patokan yang jelas harus lebih mahal atau lebih murah, tetapi jika memang pertemanan itu mahal harganya, maka definisi harga teman seharusnya harga yang mahal.

Komentar