Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

#IndonesiaDaruratHumor

Oleh: A. Danial S Tertawa Sebelum Dilarang Sejumlah peristiwa yang belum lama terjadi di Indonesia dinilai oleh banyak pihak sebagai negara darurat humor, bahkan tidak sedikit yang berpendapat bahwa lemahnya demokrasi akan menuju sebuah bentuk otoriter karena kritik bergaya humor saja sampai dibungkam. Banyak masyarakat yang sudah mengetahui seorang komika Bintang Emon yang beberapa waktu lalu ditempa berita tidak baik setelah menyindir keputusan hakim atas kasus penyiraman Novel Baswedan, tidak hanya itu muncul lagi kabar seorang warga di Maluku Utara dipanggil polisi hanya karena sebuah lelucon, nasib malang ini menimpa Ismail Ahmad warga Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Berikut kronologi yang diambil dari Asumsi; Jum’at (12/6) lalu Ismail mengunggah kutipan lelucon dari mantan Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, guyonan Gus Dur tersebut berbunyi; “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal ...

#PapuanLivesMatter

Oleh: A. Danial S Rasisme Hukum di Papua Seiring dengan tindakan rasisme hingga pembunuhan yang dilakukan oleh oknum polisi Minneapolis terhadap masyarakat berkulit hitam George Floyd di Amerika Serikat, perlawanan dengan tagar #BlackLivesMatter menjadi pemantik pergerakan orang-orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Rasisme yang terjadi di Indonesia juga menjadi hal yang penting untuk disorot terutama yang dilakukan terhadap masyarakat Papua. Bentuk-bentuk rasisme berupa penindasan masyarakat Papua Barat, penangkapan sebagai tahanan politik (Tapol), hingga pemblokiran jaringan internet di Papua pada bulan Agustus-September 2019 lalu. Sehingga isu ini menjadi penting untuk kita angkat dengan tagar #PapuanLivesMatter. Baru-baru ini kita mendapat kabar kawan kita di Papua yang juga menjadi mantan Ketua BEM Universitas Cendrawasih didakwa pasal makar dan dituntut 10 tahun penjara, padahal beliau memiliki hak untuk melakukan kebebasan berekspresi dan berpendapat atas ...